Polda Banten Hadiri Istighosah dan Doa Bersama untuk Kedamaian dan Persatuan di Masjid Agung At-Tsauroh Serang

Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki, S.I.K., M.H.
Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki, S.I.K., M.H.

Kompas58.com, Serang – Polda Banten turut hadir dalam kegiatan Istighosah dan doa bersama yang digelar untuk menjaga kedamaian dan mempererat persatuan bangsa, khususnya di wilayah Provinsi Banten. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Agung At-Tsauroh, Kota Serang, pada Minggu (31/08/2025).

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Gubernur Banten Andra Soni, Ketua DPRD Provinsi Banten H. Fahmi Hakim, Danrem 064/MY Brigjen TNI Andrian Susanto, Pimpinan Pondok Pesantren Roudlotul Ulum K.H. Abuya Ahmad Muhtadi Dimyathi, K.H. Embay Mulya Syarif, serta para tokoh agama dari seluruh wilayah Provinsi Banten.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Kapolda Banten Brigjen Pol Hengki, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bentuk ikhtiar spiritual untuk memperkuat ukhuwah, menjalin silaturahmi, serta memohon perlindungan Allah SWT agar Banten tetap aman, damai, dan terhindar dari perpecahan.

“Polri menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun, kami tidak akan pernah mentolerir segala bentuk tindakan anarkis, kekerasan, maupun perusakan fasilitas umum. Unjuk rasa adalah hak setiap warga negara, tapi harus dilakukan secara damai, tertib, dan berlandaskan hukum,” tegas Kapolda.

Kapolda juga menyinggung dinamika sosial terkini, termasuk aksi unjuk rasa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Jakarta dan Banten. Ia menegaskan bahwa Polda Banten telah mengambil langkah cepat dan terukur melalui pengamanan serta penegakan hukum untuk mencegah meluasnya dampak gangguan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Banten mengajak seluruh masyarakat untuk:

  1. Memperkuat persatuan dan persaudaraan, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
  2. Mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, bukan dengan tindakan anarkis.
  3. Menjaga kearifan lokal dan nilai kebersamaan masyarakat Banten.
  4. Meningkatkan kepedulian sosial dan solidaritas antarwarga.
  5. Bersinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, TNI, Polri, dan pemerintah untuk menjaga stabilitas dan kondusifitas daerah.

“Dengan kebersamaan dan sinergi semua pihak, saya yakin Banten akan tetap menjadi daerah yang aman, damai, dan penuh persaudaraan,” ungkap Brigjen Pol Hengki.

Kegiatan Istighosah dan doa bersama ini ditutup dengan doa yang dipimpin para ulama, disertai harapan agar Banten dan seluruh wilayah Indonesia senantiasa mendapatkan perlindungan Allah SWT serta terhindar dari segala bentuk perpecahan. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *