Kompas58.com Sendawar – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 1.001 kejadian bencana terjadi di Indonesia hingga 29 Mei 2026. Mayoritas bencana tersebut didominasi bencana hidrometeorologi seperti banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan yang masih menjadi ancaman di berbagai daerah.
Tingginya angka kejadian bencana tersebut disampaikan Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, saat menyerahkan bantuan logistik bagi masyarakat terdampak banjir kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat di Auditorium Aji Tulur Jejangkat (ATJ), Sendawar, Minggu (31/5/2026).
“Berdasarkan data BNPB per 29 Mei 2026, telah terjadi 1.001 kejadian bencana di Indonesia. Sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi yang mencapai 99,30 persen, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan,” ungkap Djohan.
Menurutnya, data tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat langkah-langkah mitigasi guna mengurangi risiko dan dampak bencana yang ditimbulkan.
Dalam kesempatan itu, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Kutai Barat. Bantuan yang diberikan meliputi 250 paket sembako, 150 paket selimut, 50 paket hygiene kit, 150 lembar matras, serta 100 paket peralatan kebersihan.
Penyerahan bantuan diterima langsung oleh Bupati Kutai Barat Frederick Edwin dan disaksikan Wakil Bupati Nanang Adriani, Penjabat Sekretaris Daerah Kamius Junaidi, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Djohan menegaskan, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah pusat semata. Dibutuhkan kolaborasi dan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat.
“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Sinergi pusat dan daerah harus terus diperkuat agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan efektif,” tegasnya.
Ia menjelaskan, koordinasi yang baik antarinstansi akan mempercepat proses penanganan darurat, distribusi bantuan kemanusiaan, hingga tahapan pemulihan pascabencana. Karena itu, BNPB terus mendorong peningkatan kapasitas daerah agar lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selain menyerahkan bantuan, Djohan juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, khususnya banjir yang masih menjadi salah satu ancaman utama di sejumlah wilayah Indonesia.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan memahami prosedur keselamatan saat terjadi bencana. Langkah sederhana seperti mematikan aliran listrik, mengamankan dokumen penting, dan segera mengungsi ke lokasi yang aman dapat mengurangi risiko yang lebih besar,” katanya.
Ia menambahkan, BNPB akan terus mendukung pemerintah daerah dalam upaya mitigasi, penanganan darurat, serta pemulihan pascabencana. Bantuan yang disalurkan ke Kutai Barat merupakan bentuk komitmen BNPB untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik.
Melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat, BNPB berharap penanganan bencana di berbagai wilayah Indonesia dapat berlangsung lebih cepat dan efektif sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Reporter: Sarwani




