Lahirkan Generasi Qurani, SMP Integral Hidayatullah Melak Gelar Khaflah Akhirussanah Angkatan XIV

KOMPAS58.COM Kutai Barat – Suasana penuh haru, syukur dan kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Khaflah Akhirussanah siswa-siswi kelas IX Angkatan XIV Tahun Pelajaran 2025/2026 SMP Integral Hidayatullah Melak yang digelar khidmat pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Acara tersebut dihadiri oleh unsur Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat, Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Barat, pengurus yayasan, tokoh pendidikan, wali murid dan tamu undangan lainnya. Momentum pelepasan siswa kelas IX itu menjadi tanda berakhirnya perjalanan pendidikan selama tiga tahun sekaligus langkah awal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Bacaan Lainnya

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Hidayatullah, sambutan, penampilan siswa, penyematan tanda kelulusan, penyerahan penghargaan hingga sesi kesan dan pesan.

Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ananda Mustaqim Tusiek menambah suasana religius dan khusyuk. Seluruh hadirin tampak mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh perhatian dan rasa bangga terhadap capaian para siswa.

Kepala SMP Integral Hidayatullah Melak, Nasirul Haq menyampaikan bahwa Akhirussanah bukan sekadar seremoni pelepasan siswa, tetapi menjadi titik awal dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan zaman.

Menurutnya, selama tiga tahun para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, namun juga pembinaan karakter, kedisiplinan serta penguatan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

“Alhamdulillah, hari ini menjadi hari yang sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak kita. Ini bukan hanya acara perpisahan, tetapi momentum penting dalam mempersiapkan mereka menuju jenjang pendidikan yang lebih serius,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa lulusan SMP Integral Hidayatullah memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga identitas sebagai generasi Qurani di tengah masyarakat.

“Ketika mereka menjadi alumni, maka ada amanah besar yang harus dijaga. Nilai-nilai Islam yang selama ini dibiasakan harus tetap dipertahankan, baik dalam menjaga salat, akhlak maupun hafalan Al-Qur’an,” katanya.

Nasirul Haq juga menekankan bahwa pendidikan yang diterapkan bertujuan membentuk pribadi-pribadi yang saleh dan salehah serta mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan agama.

“Pendidikan di sini bukan hanya mengejar akademik semata, tetapi bagaimana membentuk karakter anak-anak agar menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wali murid apabila selama proses pendidikan terdapat kekurangan maupun hal-hal yang kurang berkenan.

“Kami memohon maaf apabila selama proses pendidikan ada tutur kata dan pelayanan yang kurang berkenan. Kami menyadari bahwa sebagai manusia biasa tentu tidak luput dari kekurangan,” tuturnya.

Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kutai Barat, Pandu memberikan apresiasi terhadap capaian siswa-siswi terutama dalam bidang tahfiz Al-Qur’an.

Menurutnya, pendidikan berbasis pesantren menjadi salah satu pondasi penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak.

“Kami mengapresiasi pendidikan yang diterapkan karena mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang baik,” ujarnya.

Ia menilai keberhasilan siswa dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an hingga belasan juz merupakan prestasi luar biasa yang patut dibanggakan.

“Di usia SMP mampu menyelesaikan hafalan beberapa juz bahkan hingga 13 juz tentu menjadi kebanggaan besar bagi orang tua, sekolah dan masyarakat Kutai Barat,” katanya.

Ia berharap para lulusan tetap menjaga hafalan dan terus meningkatkan kualitas diri di jenjang pendidikan berikutnya.

“Semoga hafalan yang sudah diraih tetap dijaga dan menjadi cahaya dalam kehidupan mereka di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Barat, Budi mengatakan bahwa pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin kompleks.

Menurutnya, pendidikan berbasis keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk kedisiplinan dan moral generasi muda.

“Pendidikan hari ini tidak cukup hanya fokus pada nilai akademik. Pembentukan karakter, moral dan akhlak menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh siswa untuk terus melanjutkan pendidikan dan tidak berhenti mengejar cita-cita.

“Anak-anak harus terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Jadilah generasi yang membanggakan keluarga, daerah dan bangsa,” katanya.

Suasana haru dan bangga semakin terasa ketika memasuki sesi penyerahan penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi dalam bidang tahfiz dan akademik.

Penghargaan hafalan 3 juz diberikan kepada Ananda Aulia Istari, Raya Adiatul Ulya, Zaskia Nurul Ainun, Zahira dan Fionalita Weni.

Penghargaan hafalan 4 juz diberikan kepada Ananda Aulia Istari dan Ananda Zahira.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Kepala Tahfiz Ustazah Neni Handriani SH didampingi Ustazah Fatina.

Salah satu capaian paling membanggakan dalam kegiatan itu adalah penghargaan hafalan 13 juz yang diraih oleh Ananda Muhammad Faid Almultazam.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Yayasan Tahfizul Quran Imam Syafi’i, Abdan Karimullah didampingi pihak sekolah.

Tepuk tangan meriah dari para hadirin mengiringi penyerahan penghargaan tersebut. Banyak wali murid tampak terharu melihat pencapaian putra-putri mereka.

Selain bidang tahfiz, penghargaan akademik juga diberikan kepada siswa dengan nilai terbaik pada ujian akhir sekolah tahun pelajaran 2025/2026.

Penghargaan terbaik ketiga diraih oleh Ananda Zaki Waldan Falah dengan nilai rata-rata 83,1.

Penghargaan terbaik kedua diraih oleh Ananda Permata Anugerah Ramadan Johan dengan nilai rata-rata 83,8.

Sedangkan penghargaan terbaik pertama diraih oleh Ananda Zahira dengan nilai rata-rata 84,2.

Penyerahan penghargaan akademik dilakukan oleh Ketua LPI Hidayatullah bersama jajaran guru dan disaksikan seluruh tamu undangan.

Perwakilan wali murid, Dayang Astieni menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh guru dan pengasuh yang telah membimbing anak-anak selama menjalani pendidikan.

Ia mengaku melihat perubahan besar pada karakter, kedisiplinan dan kebiasaan ibadah anak-anak setelah menempuh pendidikan berbasis pesantren.

“Kami sebagai orang tua merasa bersyukur karena anak-anak tidak hanya belajar ilmu umum, tetapi juga mendapatkan pendidikan agama dan pembinaan akhlak,” ujarnya.

Menurutnya, dedikasi para ustaz dan ustazah menjadi bagian penting dalam membentuk karakter siswa selama tiga tahun terakhir.

“Terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendidik dan membimbing anak-anak kami dengan penuh kesabaran dan kasih sayang,” katanya.

Ia berharap pendidikan yang telah diperoleh anak-anak dapat menjadi bekal dalam menghadapi masa depan.

“Semoga ilmu yang didapat menjadi berkah dan anak-anak kami tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, keluarga dan masyarakat,” tuturnya.

Perwakilan siswa kelas IX, Mustaqim Tusiek menyampaikan rasa bangga dan haru karena telah menyelesaikan perjalanan pendidikan bersama para guru dan teman-teman.

“Kami merasa bangga pernah menjadi bagian dari keluarga besar SMP Integral Hidayatullah Melak. Banyak pengalaman dan pelajaran hidup yang kami dapatkan selama belajar di sini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru yang telah membimbing dengan penuh kesabaran selama proses pendidikan berlangsung.

“Terima kasih kepada seluruh ustaz dan ustazah yang telah mendidik kami dengan penuh perhatian dan kesabaran,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan selama menjalani pendidikan.

“Kami memohon maaf apabila selama belajar ada kesalahan dan kekhilafan. Kami juga memohon doa agar dapat melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita di masa depan,” ucapnya.

Pelaksanaan Khaflah Akhirussanah Angkatan XIV Tahun Pelajaran 2025/2026 itu menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis Al-Qur’an dan pembinaan karakter tetap menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berprestasi dan berakhlak mulia.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan membentuk karakter, kedisiplinan dan tanggung jawab generasi muda dalam kehidupan bermasyarakat.

Reporter: Sukawati

Editor: Evs

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *